Minggu, 25 Oktober 2015

PUISI SEPANJANG MASA

HATI KU 

Jika hati ini diam,
itu karena lisanku bertingkah aneh
Jika hati ini bisu,
itupun karena lidahku menari latar dengan bayangannya
Tapi, .....
yang ku tahu setiap hati punya nuraninya sendiri
Ketika ia bergumam,
tidak lain itu kebaikan
ketika ia tersenyum,
itu karena ia mencium kebaikan ditubuh yang dihinggapinya

Hati yang keras takan mudah menangisi ratapannya
sebaliknya hati nan lembut kan bergetar ketika mendengar sebutan agungNya
haruskah ku paksa lisan ini berdansa dengan dzikir mengingatNya?
haruskah ku seret lidah ini untuk selalu menyebut namaNya?


1 komentar: